Faktor Risiko dan Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Sumber: alodokter.com 

Pernahkah kamu mendengar rheumatoid arthritis? Mungkin ini terdengar cukup asing bagi telinga. Rheumatiod arthritis merupakan bahasa medis dari peradangan sendi. Menurut alodokter.com ini adalah peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Penyakit ini menimbulkan keluhan bengkak dan sendi terasa kaku. Biasanya penyakit ini diderita oleh wanita, terutama yang berusia empat puluh sampai enam puluh tahun. Apa saja faktor risiko dan pengobatan rheumatoid arthritis ini? Sebelum mengetahui dan membahas tentang faktor risiko dan pengobatan rheumatoid arthritis, kamu perlu tahu terlebih dahulu penyebab dan gejala dari penyakit ini. 

Apa penyebabnya? Penyakit ini tergolong pada penyakit autoimun. Meski penyebab kondisi autoimun tersebut belum dapat diketahui secara pasti, namun diduga kondisi ini dapat terjadi karena faktor genetik. Biasanya penderita penyakit ini memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama. Faktor lingkungan dan paparan bahan kimia dapat memicu terjadinya kondisi ini. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini seperti mengalami infeksi bakteri atau virus, cedera seperti patah tulang atau dislokasi sendi, terpapar bahan kimia dan merokok. 

Bagaimana dengan gejala penyakit ini? Ada beberapa keluhan pada sendi yang dirasakan penderita seperti sendi bengkak, sendi kemerahan, sendi terasa hangat atau kaku pada pagi hari atau setelah lama tidak digerakkan, dan nyeri sendi. Keluhan pada sendi biasanya berawal dari kaki dan menimbulkan keluhan lainnya seperti nyeri pada pergelangan kaki saat berjalan, perubahan bentuk telapak kaki dan nyeri pada tumit dan tulang kering saat berjalan di atas tanah yang tidak rata.

Menurut honestdocs.com ketika radang sendi menyerang, maka gejala dominan yang banyak dikeluhkan adalah rasa sakit dan keterbatasan gerak. Menggunakan obat radang sendi sebagai pengobatan rheumatoid arthritis adalah salah satu solusi untuk mengatasi penyakit ini. Terapi dengan obat bertujuan untuk mengatasi masalah keluhan dengan cepat serta mengurangi risiko kerusakan sendi dan tulang lebih lanjut. Tidak ada pengobatan yang efektif yang tidak menyebabkan efek samping, pada penyakit ini untungnya efek sampingnya tidak serius. Obat untuk mengobati gejala arthritis seperti nyeri dan kekakuan adalah tramadol. Obat ini dapat mengurangi kekakuan dan pembengkakan serta menghilangkan rasa sakit. Gunakan dosis terendah yang bisa mengontrol rasa sakit dan peradangan. Perawatan yang menekan penyakit inflamasi dan mencegah kerusakan sendi dapat dilakukan dengan obat rheumatoid arthritis yang dapat memperlambat atau menghentikan sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang sendi. Obat ini memiliki efek yang lambat selama beberapa minggu. Obat yang dapat digunakan adalah obat antirematik (disease-modifying antirheumatic drugs) seperti sulfasalazine dan infliximab, obat antiinflamasi nonsteroid seperti meloxicam dan ibuprofen dan obat kortikosteroid seperti prednisone dan methylprednisolone. 

Kamu juga dapat melakukan penanganan mandiri di rumah seperti mengompres area yang nyeri dengan es yang dibalut kain selama dua puluh menut, membatas aktivitas dan beristirahat, menggunakan sepatu dengan sol khusus dan mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan tuna, ikan salmon, biji-bijian serta makanan yang kaya akan antioksidan seperti brokoli atau keledai. 

Apa yang meningkatkan risiko menderita penyakit ini? Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kamu menderita penyakit ini seperti jenis kelamin, karena wanita lebih banyak menderita penyakit ini dari pria, usia, dan riwayat keluarga.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang faktor risiko dan pengobatan rheumatoid arthritis

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>